Saya teringat, seringkali motivator menyarankan pada kita untuk membuat list impian. Tujuannya untuk menjadikannya "real" keluar dari awang-awang pikiran yang mudah sekali terlupakan. Saya sangat setuju dengan gagasan tersebut. Suatu kali saya mencoba tantangan Marwah Daud Ibrahim untuk menuliskan 100 keinginan yang akan kita wujudkan. Dan ternyata sulit juga untuk menemukan keinginan-keinginan tersebut. Ternyata setelah kita mencoba "merealisasikan" dalam bentuk tulisan, mencernanya dan melerainya satu persatu dan hasilnya sangat memalukan. Campur-campur tidak beraturan (seperti orangnya?! Ups). Ketika menuliskannya pertama yang saya tulis adalah impian-impian besar, 2 tahun dari sekarang, 5 tahun kemudian, 10 tahun. Lama-kelamaan saya kehabisan akal. Apalagi ya? Terkadang saya juga menulis kemudian saya menghapusnya dengan bergumam "ah.. Masak keinginan seperti ini ?!" hemm terkadang kita ragu dengan keinginan kita yang mungkin sepele. Misal rena...
sabtu pagi yang kuawali dengan mereguk nikmat telaga cahaya. sabtu ini indah sekali, ketika hari cerah, angin semilir sejuk dan awan-awan putih silih berganti memayungi memberi teduh. aku menghabiskan seperempat hariku bersamanya, seorang gadis kecil berusia 9 tahun yang sangat cantik.. dia dipanggil Sofia. ketika aku datang, sambut meriahnya telah merebak diujung pintu. wajahnya yang sumringah, matanya terbuka lebar dengan tawa yang renyah. rambut sebahunya bergerak-gerak bertiupkan angin. berlari menujuku yang juga semakin rindu. cantik sekali dirimu, sayang... "mbaakk sini, aku punya hadiah!" begitu katanya ceria merangkul kuat pinggangku seraya menarik memasuki teras. tak lama kau keluar dengan membawa sebuah gelang yang bertuliskan namaku. gelang khas anak-anak yang dirangkai perhuruf dijual oleh pedagang kaki lima malioboro. aku tertawa geli sekaligus tersentuh, ribuan terimakasih kuucapkan dalam hati. hari sabtu ini aku menemaninya bermain melihat...
selamat pagi Langit langit pagi ini cerah ya ? apakah secerah hatimu ? aku tak tahu, hanya berharap begitu adanya. ya, sudah lama kita tak bersua, bahkan tak juga bersapa. sejak obrolan kita hari itu kita tak lagi saling menghubungi. Langit, kata-katamu ada benarnya juga. lagi lagi tentang empat huruf K.I.T.A meski kau selalu mengawalinya dengan berkisah tentang buku yang baru kau baca. atau pelajaran yang baru kau dapat. atau juga kegelisahanmu setelah membaca koran. dan aku selalu merindukan momen kita saling bicara. karena mungkin bagiku, itulah inti dari apa yang kita bangun. dan itu juga yang mempertahankan kita . bicara. ... kau berkata bahwa manusia itu makhluk dinamis, berbeda dengan makhluk Tuhan yang lain yaitu malaikat dan setan kau bilang, kau membacanya dari buku gurumu yang kau datangi setiap sebulan sekali. setan adalah makhluk statis, dimanapun dia berada bahkan di dalam rumah ibadah sekalipun dia akan menggoda manusia. begitupun dengan ma...
Komentar
Posting Komentar