Postingan

Menampilkan postingan dengan label syair

Semilir

Angin sejuk menerpa menyelinap dari celah jendela Langit yang biru muda membentang luas hingga di balik bukit Burung-burung kecil terbang dan berkicauan menyambut para petani mengolah sawah. Sebentar lagi, padi akan bersemi, Bukit bukit yang tertutup pinus yang lebat, Rumput bergoyang perlahan. Rasa damai apakah ini, Tuhankah yang mengirimkan cuaca seindah ini hari ini ? Tahukah Ia bahwa hati gulana semenjak malam Ingin menghiburkukah Ia hadirkan begitu takjub cuaca. Bukankah semalah hujan deras ? Dan kemarin pagi kabut tebal, awan mendung dan gerimis mewarnai. Seperti 2 musim yang berbeda. Tuhan, Nampaknya benar, Kau Tahu isi hatiku. Kenapa ada kesedihan dan kegelisahan yang tiba-tiba datang. Apakah karena kuterlewat lelap semalam ? Apakah karena tak jadi kujumpai Kau lebih awal ? Apakah karena dada ini terasa berlubang dalam dan besar saat kulewatkan 1 pertemuan ? Jika ya, Maka bersyukurlah hamba. Atas rasa kehilangan dan kegelisahan yang Kau berikan, atas ...

imam syafi'i #1

Gambar
orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman tinggalkan negrimu dan merantaulah ke negri orang merantaulah, kau pasti akan mendapatkan pengganti dari kerabat dan kawan berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang. aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa  jika di dalam hutan imam syafi'i (dalam negeri 5 menara, a. fuadi)