Postingan

Menampilkan postingan dengan label imagination

hujan, telaga dan buku tak bernama

Sore yang syahdu Hujan semenjak matahari meninggi tadi telah ramai membasahi tanah Di sebalik jendela aku membuka-buka halaman demi halaman buku tak bernama Mencari catatan apa yang kiranya dapat ku tuliskan ulang untuk menemani hujanku yang sepi. Tiap lembarannya, Tak bercelah, Semua catatan itu tentang kita. Tentang langit, banyu, hujan, cahaya, rembulan dan secangkir coklat panas. Tak berjeda. Langit, Banyu, Telaga ini mungkin berubah... Mungkin telaga itu tak serupa dengan apa yang selama ini aku ceritakan. Tentang telaga yang tenang, dalam dan diam. Mungkin dulu aku berpikir dia berair kebiruan, Atau dia menyimpan beberapa kano tua yang berharga di ujung dermaga kayunya dan memuat buku-buku sejarah dunia untuk dibaca saat hari cerah. Mungkin, Dan mungkin bayangan itu akan berbeda. Telaga kita, Mungkin akan berair bening, yang warnanya selalu berganti memantulkan cahaya matahari. Tenang dan mengapungkan rakit-rakit sederhana yang kuat, Membiarkan bebera...

Banyu layar, dermaga Langit

Gambar
selamat malam, Langit aku sudah membaca surat elektronikmu. baru saja, petang tadi selepas maghrib. sebenarnya aku telah menerimanya semenjak pagi, namun aku menunda diri untuk membacanya. ya, terlalu lama kita tak saling menyapa, dan aku butuh mempersiapkan diriku untuk membaca suratmu yang tak bisa kuterka isinya. sejujurnya, kedatangan suratmu -entah- seperti angin musim semi tiba-tiba dan sejukkan dada. ada ucapan puji yang ku ulang berkali. kau menulis suratmu seperti tanpa beban, seperti tak terjadi apapun. kau seperti biasa, bercerita dengan lancar dan bernada bahagia. ya, paling tidak seperti itulah yang kubayangkan saat membaca suratmu. dan itu membuatku tersenyum. kau... bagaimana bisa... Langit, sungguhkah kau tak apa ? aku telah meninggalkanmu tanpa satupun pesan untuk sekian lama. aku tak menghubungimu, tak merespon semua pesanmu, hingga nampaknya kau jengah. tidakkah kau merasa sakit padaku ? paling tidak, menanyakan kenapa ? namun hal itup...

aku dan pujianmu malam ini..

Gambar
haloowww... aku perempuan. perempuan biasa yang menyukai hal-hal yang biasanya disukai perempuan... aku seperti perempuan lain yang suka berhias, aku juga suka pujian, hadiah, ya.. yang semua perempuan suka. meskipun ada yang diam-diam. tapi bagiku itu adalah hal wajar dan yah ungkapkan saja... aku menyukai rayuan yang menggelitik, canda dan humor yang sedikit kaku tapi lucu, juga berbagai kejutan. ya! aku ini perempuan, menyukai bunga mawar yang bergumul.. aku suka gaun mewah yang indah, kulit putih yang bersinar, sepatu merah yang tinggi, cincin atau kalung yang berkilau, aku menyukai semuanya! aku menyukai hal yang membuatku nampak cantik... bukankah predikat cantik adalah pedikat yang begitu mulia bagiku dan perempuan lainnya ? lalu kau laki-laki..kekasihku... apa yang kau suka dariku ? apakah kau suka dengan baju-baju indahku ? menemaniku berbelanja yang menjadi hobiku itu ? aku senang berbelanja, tak banyak berpikir bagaimana mengeluarkan uang untuk pakaia...

quotes 1#

Gambar

Banyu.Jeda.Langit

Gambar
selamat pagi Langit langit pagi ini cerah ya ? apakah secerah hatimu ? aku tak tahu, hanya berharap begitu adanya. ya, sudah lama kita tak bersua, bahkan tak juga bersapa. sejak obrolan kita hari itu kita tak lagi saling menghubungi. Langit, kata-katamu ada benarnya juga. lagi lagi tentang empat huruf K.I.T.A meski kau selalu mengawalinya dengan berkisah tentang buku yang baru kau baca. atau pelajaran yang baru kau dapat. atau juga kegelisahanmu setelah membaca koran. dan aku selalu merindukan momen kita saling bicara. karena mungkin bagiku, itulah inti dari apa yang kita bangun. dan itu juga yang mempertahankan kita . bicara. ... kau berkata bahwa manusia itu makhluk dinamis, berbeda dengan makhluk Tuhan yang lain yaitu malaikat dan setan kau  bilang, kau membacanya dari buku gurumu yang kau datangi setiap sebulan sekali. setan adalah makhluk statis, dimanapun dia berada bahkan di dalam rumah ibadah sekalipun dia akan menggoda manusia. begitupun dengan ma...

Rasa yang Menjagamu

Gambar
Aku tak bisa melupakan hari itu. Hari ketika pertama kalinya kau mencairkan kristal hatimu. "aku mulai meragukan tentang kita" katamu seketika.  Dan membuatku langsung menutup buku kuno yang sedang kubaca. Ruang diskusi perpustakaan yang senyap ini seakan riuh dengan keresahanmu, kita. "ada apa ?" tanyaku sedikit terkejut "aku ragu..." katamu lagi dengan suara mulai melemah. Kau menundukkan kepala, menyembunyikan mata yang mungkin kau takut terbaca. "kau meragukanku ?" tanyaku lagi ... lama jawabmu, Kau sungguh membuatku cemas... "bukan...tapi...aku meragukan diriku sendiri..." kali ini sungguh aku melihat air mata itu mengalir. "aku meragukan diriku..." katamu mengulangi. Jujur saja, baru kali ini kau menangis, dan aku sedikit kaku juga bingung harus berkata apa.. Dan tangisanmu belum berhenti. Sembari mengusap airmata kau berjalan menuju jendela,  membuka daun pintu yang mengalirkan angin,  mengibarkan ...

menjaga langit

Gambar
Senja itu mulai menggelap dan hujan baru saja reda, menyisakan tetesan air dari genting yang basah. Sore itu kau nampak sendu, berwajah duka durjana seperti tak punya darah. Pucat. Aku mendekatimu, duduk di sebelahmu. Kau dan aku, hanya tetap terdiam menatap halaman parkir yang mulai kosong. Lembayung memang membawa romantisme tersendiri bagi komplek gedung ini. ... " Banyu..." katamu memecah kebisuan " Ya..." hanya begitu jawabku, masih lurus memandang ke depan. ah.. mungkin memang tatapan mata tak pernah benar-benar kita butuhkan (saat ini). Aku tahu isi hatimu, aku dapat merasakan getaran kegelisahanmu. Lama... Kutunggu tak juga kau melanjutkan apa yang ingin kau katakan. Samar, ku dengar tarikan nafasmu yang panjang dan berat. ada apa gerangan ? Tapi aku mengerti, Kau selalu begitu Langit, Setiap kali kesedihan melandamu, kau selalu bertapa dalam diam, menangispun tidak. Terkadang aku tergoda untuk bertanya, ada apa sebenarnya. Namun aku ta...

salah

aku telah merasakannya membiarkan rasa ini beterbangan tanpa arah aku merasakannya kekeliruan ini telah menemukan batasnya rasa ini memang anugrahNya namun memelihara dan memupuknya bukanlah sebuah pembenaran jika kulakukan tanpa mempertimbangkan ketepatan waktu aku merasa begitu hambar dan rendah rasa ini berbeda, sejak pertama bagaimana rasa ini ada berjalan perlahan layaknya tetes embun pagi hari tiap tetesnya selalu dinanti penuh doa dan kesejukannya merasuk dalam rasa ini telah sedikit menggenag karena menimbun terlalu banyak tanpa aliran aku bersalah  aku bersalah pada diriku sendiri aku bersalah pada apa yang menjadi fitrahku aku bersalah padamu aku bersalah, aku menyerah, aku hanya ingin mengembalikan semua rasa ini padaMu

rasa

akhir akhir ini pun aku gelisah bukan main, aku berpikir bagaimana caranya meredam gelisah untuk bersabar menunggu aku tak tahu dan lebih tepat tak menyangka bahwa rasa ini bagai raksasa dan hatiku terasa sempit pun tak sanggup menampungnya. akhir akhir ini akupun merasa tak tenang, segala hal menjadi nampak tak menarik tanpa ada wujudmu segala hal menjadi senyum saat ada kemaujudanmu dan aku gelisah, aku merasa terjebak dalam ke-materi-an sebuah nama jika rasa adalah anugerahNya, kasih sayangNya, yang kurasa justru sebuah siksaan yang nyata dari sebuah kata "menunggu" bahkan menanti 20 malam pun bagiku terasa begitu menggelisahkan hingga terkadang embun embun keruh mengalir diantaranya apakah aku keliru ? apakah aku telah melewati batasnya ? dan aku memilih untuk tetap terdiam, mendoakan, dan terus menjaga dalam dada sebuah nama. namun aku tahu Dia jauh lebih Tahu aku tak berani mendektekan nama itu, menjejalkannya dalam kitab aku hanya percaya, percay...

paling pasti

pernah seseorang bertanya, " bagaimana kau tahu siapa orang yang benar-benar kau suka? ralat, kau cinta?" seorang yang ditanya mulai berpikir dan tak lama ia kembali bertanya, "diantara mereka, siapakah yang paling kamu rasakan kehilangan saat ia tak ada?" si penanya pun terhenyak, terdiam dan berpikir. siapa ya ? kemudian dia merangkai pertanyaan demi pertanyaan untuk hatinya sendiri. "siapakah yang paling aku inginkan untuk hadir saat aqu gelisah ? siapakah yang paling ingin aku hubungi saat aku terkena musibah? siapakah yang wajahnya paling ingin ku lihat saat tiba-tiba terasa jengah? siapakah yang paling ingin ku andalkan?" meskipun dia belum bisa mengartikan kata cinta dalam bahasa yang mampu ia pahami, namun dia sudah menemukan jawaban dari pertanyaan awalnya. *** cinta itu (bisa jadi) adalah "yang sangat kau inginkan" orang yang paling kau rindukan hadirnya dalam bentuk elemen dan partikel apapun. orang yang memaksa matamu ...

sukkaa ngomongin cinta

Gambar
aqu pengen cerita aja, lebih tepatnya ngelantur ngomongin unek2. topiknya apalagi kalo bukan topik yang paling enak buat galau. CINTA. semua orang pasti punya donk ya... pernah ngrasain, pernah mencoba membuktikan dan penasaran. ya! cinta itu membuat kita penasaran, penasaran dengan apa yang sedang kita sendiri rasakan dan penasaran dengan apa yang sedang dia rasakan. cinta itu membuat semua hal menjadi teka-teki dan kita butuh selidiki. *bilang aja kalo ga sepakat* kalo qmu pernah denger cerita cinta ala fairy tale, mungkin qmu juga akan menjadikan cinta sebagai kambing hitam buat lama-lama ngelamun, mikir yang enggak-enggak (hayoo apaaa) dan terus berpikir dengan kata " jika". cinta membuatmu merasa asing dengan diri sendiri. *sekali lagi, kalo ga sepakat bilang aja. ga dihukum koo. buat beberapa orang yang sering disebut galau, kadang mereka melewati masa-masa bimbang untuk memastikan emmm ini cinta bukan ya?! sekedar suka, cuma tertarik atau gak lebih dari kagum? ...

prolog Puan

apakah kau perempuan ? perkenalkan, namaku Perempuan. panggil aku Puan. sejak kecil orang disekitarku memanggilku den Puan karena kakek buyutku adalah bangsawan pada masanya. aku Puan. hidup dalam keluarga besar bersama kakek nenek dan kedua orang tuaku serta tinggal di kampung yang hampir semua punya nasab saudara. sebagai keluarga jawa, aku dididik menjadi "perempuan" yang seutuhnya. Mereka mengajariku memasak, menyiapkan meja makan, membuat kudapan untuk pagi dan sore hari dan juga bagaimana membagi menu untuk tiap anggota keluarga. tentu saja porsi dan jatah mereka semua berbeda. dalam dunia para perempuan ini -aku, nenek, ibu- ada satu prinsip yang tak akan pernah dilanggar dalam hal apapun.yaitu laki-laki untuk dilayani, tak peduli siapa dia, tapi dia berhak mendapat layanan sesuai kadarnya. kakekku yang seorang guru sangat disegani tak hanya di luar sana tapi juga di rumah. ia memiliki kamar yang paling besar, memiliki gelas khusus yang ukurannya besar, piring...

2 kata

Gambar
Sungguh aqu tak bisa bicara apa-apa selain kata-kata ini. Sungguh!   aqu putus.