Postingan

Menampilkan postingan dengan label waktu

Semilir

Angin sejuk menerpa menyelinap dari celah jendela Langit yang biru muda membentang luas hingga di balik bukit Burung-burung kecil terbang dan berkicauan menyambut para petani mengolah sawah. Sebentar lagi, padi akan bersemi, Bukit bukit yang tertutup pinus yang lebat, Rumput bergoyang perlahan. Rasa damai apakah ini, Tuhankah yang mengirimkan cuaca seindah ini hari ini ? Tahukah Ia bahwa hati gulana semenjak malam Ingin menghiburkukah Ia hadirkan begitu takjub cuaca. Bukankah semalah hujan deras ? Dan kemarin pagi kabut tebal, awan mendung dan gerimis mewarnai. Seperti 2 musim yang berbeda. Tuhan, Nampaknya benar, Kau Tahu isi hatiku. Kenapa ada kesedihan dan kegelisahan yang tiba-tiba datang. Apakah karena kuterlewat lelap semalam ? Apakah karena tak jadi kujumpai Kau lebih awal ? Apakah karena dada ini terasa berlubang dalam dan besar saat kulewatkan 1 pertemuan ? Jika ya, Maka bersyukurlah hamba. Atas rasa kehilangan dan kegelisahan yang Kau berikan, atas ...

pagi tergesa

pagi ini aku terbangun dengan tergesa, ku lihat jam di ponsel menunjukkan pukul 5.48 am aku belum sembahyang aku berjalan ke kamar mandi sambil menggerutui diri sendiri saat ku buka jendela kamar, cahaya telah memenuhi langit, memenuhi kebun, dan memenuhi kamarku... dalam hati bertanya, "masih adakah malaikat yang akan mencatat sembahyangku sesiang ini?" pagi ini begitu dingin, pukul 6. 26 am ketika aku meniupkan nafas di udara, nampak kepulan asap yang keluar dari mulut, mungkin karena semalam hujan lebat dari kejauhan samar terdengar murottal qur'an. hal yang sangat khas terjadi saat ada orang yang meninggal dunia. seorang tetangga desa meninggal kemarin sore setelah terjatuh, dia koma 3 hari sebelum izroil datang ... tiba tiba meresap rasa senyap dalam dada... kematian, ... tik tok tik tok hening tik tok tik tok ... drama kematian hampir setiap hari ku dengar, namun tak pernah bisa kujelaskan tentang hadirnya perasaan senyap yang selalu ...

Sofia

Gambar
sabtu pagi yang kuawali dengan mereguk nikmat telaga cahaya. sabtu ini indah sekali, ketika hari cerah, angin semilir sejuk dan awan-awan putih silih berganti memayungi memberi teduh. aku menghabiskan seperempat hariku bersamanya, seorang gadis kecil berusia 9 tahun yang sangat cantik.. dia dipanggil Sofia. ketika aku datang, sambut meriahnya telah merebak diujung pintu. wajahnya yang sumringah, matanya terbuka lebar dengan tawa yang renyah. rambut sebahunya bergerak-gerak bertiupkan angin. berlari menujuku yang juga semakin rindu. cantik sekali dirimu, sayang... "mbaakk sini, aku punya hadiah!" begitu katanya ceria merangkul kuat pinggangku seraya menarik memasuki teras. tak lama kau keluar dengan membawa sebuah gelang yang bertuliskan namaku. gelang khas anak-anak yang dirangkai perhuruf dijual oleh pedagang kaki lima malioboro. aku tertawa geli sekaligus tersentuh,  ribuan terimakasih kuucapkan dalam hati. hari sabtu ini aku menemaninya bermain melihat...

untuk Banyu, ps. waktu

Banyu, aku membaca tulisanmu di koran hari ini. ya seperti yang sudah kita sepakati bahwa kita akan menciptakan spasi yang bisa jadi akan memisahkan kita atau menghubungkan kita (lagi) maka yang ku lakukan hanyalah "gambling" mencarimu. berharap-harap jika sekali lagi tulisanmu dimuat di surat kabar itu. ini sulit bagiku, karena kita terbiasa bicara, saling bicara dan tiba-tiba saja aku tak punya teman bicara. air telagamu tak lagi mengaliri tanahku dan aku merasa kemarau mengunjungi ladang Banyu, kau seperti biasa, mengagumkan bagiku dan tulisanmu hari ini aku suka. kau bicara tentang sebuah satuan waktu. sesuatu yang pernah sekedar ku dengar suatu hari yang lalu. namun tulisanmu mengupasnya dengan cantik, mengalir dan dalam. kau benar-benar selayak telaga. waktu, kestabilan hukum di dunia ini. waktu bergerak dengan konstan, ritmik dan reguler. tak pernah terlambat, tidak semakin penjang atau pendek. namun manusia yang terikat dalam hukum waktu ini se...