Postingan

Banyu.Jeda.Langit

Gambar
selamat pagi Langit langit pagi ini cerah ya ? apakah secerah hatimu ? aku tak tahu, hanya berharap begitu adanya. ya, sudah lama kita tak bersua, bahkan tak juga bersapa. sejak obrolan kita hari itu kita tak lagi saling menghubungi. Langit, kata-katamu ada benarnya juga. lagi lagi tentang empat huruf K.I.T.A meski kau selalu mengawalinya dengan berkisah tentang buku yang baru kau baca. atau pelajaran yang baru kau dapat. atau juga kegelisahanmu setelah membaca koran. dan aku selalu merindukan momen kita saling bicara. karena mungkin bagiku, itulah inti dari apa yang kita bangun. dan itu juga yang mempertahankan kita . bicara. ... kau berkata bahwa manusia itu makhluk dinamis, berbeda dengan makhluk Tuhan yang lain yaitu malaikat dan setan kau  bilang, kau membacanya dari buku gurumu yang kau datangi setiap sebulan sekali. setan adalah makhluk statis, dimanapun dia berada bahkan di dalam rumah ibadah sekalipun dia akan menggoda manusia. begitupun dengan ma...

Rasa yang Menjagamu

Gambar
Aku tak bisa melupakan hari itu. Hari ketika pertama kalinya kau mencairkan kristal hatimu. "aku mulai meragukan tentang kita" katamu seketika.  Dan membuatku langsung menutup buku kuno yang sedang kubaca. Ruang diskusi perpustakaan yang senyap ini seakan riuh dengan keresahanmu, kita. "ada apa ?" tanyaku sedikit terkejut "aku ragu..." katamu lagi dengan suara mulai melemah. Kau menundukkan kepala, menyembunyikan mata yang mungkin kau takut terbaca. "kau meragukanku ?" tanyaku lagi ... lama jawabmu, Kau sungguh membuatku cemas... "bukan...tapi...aku meragukan diriku sendiri..." kali ini sungguh aku melihat air mata itu mengalir. "aku meragukan diriku..." katamu mengulangi. Jujur saja, baru kali ini kau menangis, dan aku sedikit kaku juga bingung harus berkata apa.. Dan tangisanmu belum berhenti. Sembari mengusap airmata kau berjalan menuju jendela,  membuka daun pintu yang mengalirkan angin,  mengibarkan ...

menjaga langit

Gambar
Senja itu mulai menggelap dan hujan baru saja reda, menyisakan tetesan air dari genting yang basah. Sore itu kau nampak sendu, berwajah duka durjana seperti tak punya darah. Pucat. Aku mendekatimu, duduk di sebelahmu. Kau dan aku, hanya tetap terdiam menatap halaman parkir yang mulai kosong. Lembayung memang membawa romantisme tersendiri bagi komplek gedung ini. ... " Banyu..." katamu memecah kebisuan " Ya..." hanya begitu jawabku, masih lurus memandang ke depan. ah.. mungkin memang tatapan mata tak pernah benar-benar kita butuhkan (saat ini). Aku tahu isi hatimu, aku dapat merasakan getaran kegelisahanmu. Lama... Kutunggu tak juga kau melanjutkan apa yang ingin kau katakan. Samar, ku dengar tarikan nafasmu yang panjang dan berat. ada apa gerangan ? Tapi aku mengerti, Kau selalu begitu Langit, Setiap kali kesedihan melandamu, kau selalu bertapa dalam diam, menangispun tidak. Terkadang aku tergoda untuk bertanya, ada apa sebenarnya. Namun aku ta...

salah

aku telah merasakannya membiarkan rasa ini beterbangan tanpa arah aku merasakannya kekeliruan ini telah menemukan batasnya rasa ini memang anugrahNya namun memelihara dan memupuknya bukanlah sebuah pembenaran jika kulakukan tanpa mempertimbangkan ketepatan waktu aku merasa begitu hambar dan rendah rasa ini berbeda, sejak pertama bagaimana rasa ini ada berjalan perlahan layaknya tetes embun pagi hari tiap tetesnya selalu dinanti penuh doa dan kesejukannya merasuk dalam rasa ini telah sedikit menggenag karena menimbun terlalu banyak tanpa aliran aku bersalah  aku bersalah pada diriku sendiri aku bersalah pada apa yang menjadi fitrahku aku bersalah padamu aku bersalah, aku menyerah, aku hanya ingin mengembalikan semua rasa ini padaMu

rasa

akhir akhir ini pun aku gelisah bukan main, aku berpikir bagaimana caranya meredam gelisah untuk bersabar menunggu aku tak tahu dan lebih tepat tak menyangka bahwa rasa ini bagai raksasa dan hatiku terasa sempit pun tak sanggup menampungnya. akhir akhir ini akupun merasa tak tenang, segala hal menjadi nampak tak menarik tanpa ada wujudmu segala hal menjadi senyum saat ada kemaujudanmu dan aku gelisah, aku merasa terjebak dalam ke-materi-an sebuah nama jika rasa adalah anugerahNya, kasih sayangNya, yang kurasa justru sebuah siksaan yang nyata dari sebuah kata "menunggu" bahkan menanti 20 malam pun bagiku terasa begitu menggelisahkan hingga terkadang embun embun keruh mengalir diantaranya apakah aku keliru ? apakah aku telah melewati batasnya ? dan aku memilih untuk tetap terdiam, mendoakan, dan terus menjaga dalam dada sebuah nama. namun aku tahu Dia jauh lebih Tahu aku tak berani mendektekan nama itu, menjejalkannya dalam kitab aku hanya percaya, percay...
Gambar
berjuta rasanya   oleh TERE LIYE Ada satu hal menarik di antara komentar pembaca pada buku ini di halaman sampul belakangnya. buku ini adalah obat galau. maka, saya tanpa pikir panjang langsung memutuskan untuk membacanya juga. buku obat galau? seperti apa yaa.... Dalam buku ini Tere Liye manyuguhkan 15 cerita pendek yang semuanya adalah bertema cinta. semuanya menceritakan hal yang terjadi di sekitar kita terutama anak muda (saya juga masih muda ^^ ). tiap cerita membuat kita selalu merenung, karena hampir semua cerita berakhir -nggantung- atau tidak mencapai kesimpulan. sehingga memaksa kita untuk sejenak ternganga, kok gini ? truz gimana? kadang saya ikut kesal mengapa si tokoh harus begini, kadang saya kemudian berpikir, ohh... jangan jangan selama ini aq juga begitu , ada juga setelah saya membaca ceritanya saya teringat dengan orang orang di sekitar saya yang sedang merasakan "berjuta rasanya cinta". Berjuta rasanya saya rasa tidak hanya ...

imam syafi'i #1

Gambar
orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman tinggalkan negrimu dan merantaulah ke negri orang merantaulah, kau pasti akan mendapatkan pengganti dari kerabat dan kawan berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang. aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa  jika di dalam hutan imam syafi'i (dalam negeri 5 menara, a. fuadi)