Postingan

Sofia

Gambar
sabtu pagi yang kuawali dengan mereguk nikmat telaga cahaya. sabtu ini indah sekali, ketika hari cerah, angin semilir sejuk dan awan-awan putih silih berganti memayungi memberi teduh. aku menghabiskan seperempat hariku bersamanya, seorang gadis kecil berusia 9 tahun yang sangat cantik.. dia dipanggil Sofia. ketika aku datang, sambut meriahnya telah merebak diujung pintu. wajahnya yang sumringah, matanya terbuka lebar dengan tawa yang renyah. rambut sebahunya bergerak-gerak bertiupkan angin. berlari menujuku yang juga semakin rindu. cantik sekali dirimu, sayang... "mbaakk sini, aku punya hadiah!" begitu katanya ceria merangkul kuat pinggangku seraya menarik memasuki teras. tak lama kau keluar dengan membawa sebuah gelang yang bertuliskan namaku. gelang khas anak-anak yang dirangkai perhuruf dijual oleh pedagang kaki lima malioboro. aku tertawa geli sekaligus tersentuh,  ribuan terimakasih kuucapkan dalam hati. hari sabtu ini aku menemaninya bermain melihat...

untuk Banyu, ps. waktu

Banyu, aku membaca tulisanmu di koran hari ini. ya seperti yang sudah kita sepakati bahwa kita akan menciptakan spasi yang bisa jadi akan memisahkan kita atau menghubungkan kita (lagi) maka yang ku lakukan hanyalah "gambling" mencarimu. berharap-harap jika sekali lagi tulisanmu dimuat di surat kabar itu. ini sulit bagiku, karena kita terbiasa bicara, saling bicara dan tiba-tiba saja aku tak punya teman bicara. air telagamu tak lagi mengaliri tanahku dan aku merasa kemarau mengunjungi ladang Banyu, kau seperti biasa, mengagumkan bagiku dan tulisanmu hari ini aku suka. kau bicara tentang sebuah satuan waktu. sesuatu yang pernah sekedar ku dengar suatu hari yang lalu. namun tulisanmu mengupasnya dengan cantik, mengalir dan dalam. kau benar-benar selayak telaga. waktu, kestabilan hukum di dunia ini. waktu bergerak dengan konstan, ritmik dan reguler. tak pernah terlambat, tidak semakin penjang atau pendek. namun manusia yang terikat dalam hukum waktu ini se...

aku dan pujianmu malam ini..

Gambar
haloowww... aku perempuan. perempuan biasa yang menyukai hal-hal yang biasanya disukai perempuan... aku seperti perempuan lain yang suka berhias, aku juga suka pujian, hadiah, ya.. yang semua perempuan suka. meskipun ada yang diam-diam. tapi bagiku itu adalah hal wajar dan yah ungkapkan saja... aku menyukai rayuan yang menggelitik, canda dan humor yang sedikit kaku tapi lucu, juga berbagai kejutan. ya! aku ini perempuan, menyukai bunga mawar yang bergumul.. aku suka gaun mewah yang indah, kulit putih yang bersinar, sepatu merah yang tinggi, cincin atau kalung yang berkilau, aku menyukai semuanya! aku menyukai hal yang membuatku nampak cantik... bukankah predikat cantik adalah pedikat yang begitu mulia bagiku dan perempuan lainnya ? lalu kau laki-laki..kekasihku... apa yang kau suka dariku ? apakah kau suka dengan baju-baju indahku ? menemaniku berbelanja yang menjadi hobiku itu ? aku senang berbelanja, tak banyak berpikir bagaimana mengeluarkan uang untuk pakaia...

sederhana yang hebat

Saya teringat, seringkali  motivator menyarankan pada kita untuk membuat list impian. Tujuannya untuk menjadikannya "real" keluar dari awang-awang pikiran yang mudah sekali terlupakan. Saya sangat setuju dengan gagasan tersebut.  Suatu kali saya mencoba tantangan Marwah Daud Ibrahim untuk menuliskan 100 keinginan yang akan kita wujudkan. Dan ternyata sulit juga untuk menemukan keinginan-keinginan tersebut. Ternyata setelah kita mencoba "merealisasikan" dalam bentuk tulisan, mencernanya dan melerainya satu persatu dan hasilnya sangat memalukan. Campur-campur tidak beraturan (seperti orangnya?! Ups). Ketika menuliskannya pertama yang saya tulis adalah impian-impian besar, 2 tahun dari sekarang, 5 tahun kemudian, 10 tahun. Lama-kelamaan saya kehabisan akal. Apalagi ya? Terkadang saya juga menulis kemudian saya menghapusnya dengan bergumam "ah.. Masak keinginan seperti ini ?!" hemm terkadang kita ragu dengan keinginan kita yang mungkin sepele. Misal rena...

quotes 1#

Gambar

Banyu.Jeda.Langit

Gambar
selamat pagi Langit langit pagi ini cerah ya ? apakah secerah hatimu ? aku tak tahu, hanya berharap begitu adanya. ya, sudah lama kita tak bersua, bahkan tak juga bersapa. sejak obrolan kita hari itu kita tak lagi saling menghubungi. Langit, kata-katamu ada benarnya juga. lagi lagi tentang empat huruf K.I.T.A meski kau selalu mengawalinya dengan berkisah tentang buku yang baru kau baca. atau pelajaran yang baru kau dapat. atau juga kegelisahanmu setelah membaca koran. dan aku selalu merindukan momen kita saling bicara. karena mungkin bagiku, itulah inti dari apa yang kita bangun. dan itu juga yang mempertahankan kita . bicara. ... kau berkata bahwa manusia itu makhluk dinamis, berbeda dengan makhluk Tuhan yang lain yaitu malaikat dan setan kau  bilang, kau membacanya dari buku gurumu yang kau datangi setiap sebulan sekali. setan adalah makhluk statis, dimanapun dia berada bahkan di dalam rumah ibadah sekalipun dia akan menggoda manusia. begitupun dengan ma...

Rasa yang Menjagamu

Gambar
Aku tak bisa melupakan hari itu. Hari ketika pertama kalinya kau mencairkan kristal hatimu. "aku mulai meragukan tentang kita" katamu seketika.  Dan membuatku langsung menutup buku kuno yang sedang kubaca. Ruang diskusi perpustakaan yang senyap ini seakan riuh dengan keresahanmu, kita. "ada apa ?" tanyaku sedikit terkejut "aku ragu..." katamu lagi dengan suara mulai melemah. Kau menundukkan kepala, menyembunyikan mata yang mungkin kau takut terbaca. "kau meragukanku ?" tanyaku lagi ... lama jawabmu, Kau sungguh membuatku cemas... "bukan...tapi...aku meragukan diriku sendiri..." kali ini sungguh aku melihat air mata itu mengalir. "aku meragukan diriku..." katamu mengulangi. Jujur saja, baru kali ini kau menangis, dan aku sedikit kaku juga bingung harus berkata apa.. Dan tangisanmu belum berhenti. Sembari mengusap airmata kau berjalan menuju jendela,  membuka daun pintu yang mengalirkan angin,  mengibarkan ...