Aku tak bisa melupakan hari itu. Hari ketika pertama kalinya kau mencairkan kristal hatimu. "aku mulai meragukan tentang kita" katamu seketika. Dan membuatku langsung menutup buku kuno yang sedang kubaca. Ruang diskusi perpustakaan yang senyap ini seakan riuh dengan keresahanmu, kita. "ada apa ?" tanyaku sedikit terkejut "aku ragu..." katamu lagi dengan suara mulai melemah. Kau menundukkan kepala, menyembunyikan mata yang mungkin kau takut terbaca. "kau meragukanku ?" tanyaku lagi ... lama jawabmu, Kau sungguh membuatku cemas... "bukan...tapi...aku meragukan diriku sendiri..." kali ini sungguh aku melihat air mata itu mengalir. "aku meragukan diriku..." katamu mengulangi. Jujur saja, baru kali ini kau menangis, dan aku sedikit kaku juga bingung harus berkata apa.. Dan tangisanmu belum berhenti. Sembari mengusap airmata kau berjalan menuju jendela, membuka daun pintu yang mengalirkan angin, mengibarkan ...
haloowww... aku perempuan. perempuan biasa yang menyukai hal-hal yang biasanya disukai perempuan... aku seperti perempuan lain yang suka berhias, aku juga suka pujian, hadiah, ya.. yang semua perempuan suka. meskipun ada yang diam-diam. tapi bagiku itu adalah hal wajar dan yah ungkapkan saja... aku menyukai rayuan yang menggelitik, canda dan humor yang sedikit kaku tapi lucu, juga berbagai kejutan. ya! aku ini perempuan, menyukai bunga mawar yang bergumul.. aku suka gaun mewah yang indah, kulit putih yang bersinar, sepatu merah yang tinggi, cincin atau kalung yang berkilau, aku menyukai semuanya! aku menyukai hal yang membuatku nampak cantik... bukankah predikat cantik adalah pedikat yang begitu mulia bagiku dan perempuan lainnya ? lalu kau laki-laki..kekasihku... apa yang kau suka dariku ? apakah kau suka dengan baju-baju indahku ? menemaniku berbelanja yang menjadi hobiku itu ? aku senang berbelanja, tak banyak berpikir bagaimana mengeluarkan uang untuk pakaia...
sabtu pagi yang kuawali dengan mereguk nikmat telaga cahaya. sabtu ini indah sekali, ketika hari cerah, angin semilir sejuk dan awan-awan putih silih berganti memayungi memberi teduh. aku menghabiskan seperempat hariku bersamanya, seorang gadis kecil berusia 9 tahun yang sangat cantik.. dia dipanggil Sofia. ketika aku datang, sambut meriahnya telah merebak diujung pintu. wajahnya yang sumringah, matanya terbuka lebar dengan tawa yang renyah. rambut sebahunya bergerak-gerak bertiupkan angin. berlari menujuku yang juga semakin rindu. cantik sekali dirimu, sayang... "mbaakk sini, aku punya hadiah!" begitu katanya ceria merangkul kuat pinggangku seraya menarik memasuki teras. tak lama kau keluar dengan membawa sebuah gelang yang bertuliskan namaku. gelang khas anak-anak yang dirangkai perhuruf dijual oleh pedagang kaki lima malioboro. aku tertawa geli sekaligus tersentuh, ribuan terimakasih kuucapkan dalam hati. hari sabtu ini aku menemaninya bermain melihat...
Komentar
Posting Komentar